Museum Kanker Surabaya menempati bangunan kolonial yang menjadi satu dengan Klinik Pratama milik Yayasan Kanker Wisnuwardhana (YKW). Museum yang berlokasi di Jalan Kayoon 16-18 tersebut merupakan museum kanker pertama di Indonesia yang digagas oleh Ananto Sidohutomo, dr., MARS. Koleksinya meliputi beragam jenis kanker yang telah diawetkan, seperti kanker payudara, ginjal, kelenjar gondok, jaringan lunak, kelenjar liur, indung telur, leher rahim, usus dan kanker paru. Ada pula poster yang berisi informasi mengenai jenis, gejala, dan penyebab kanker.

Dipamerkan juga bahan-bahan alami yang dapat mencegah kanker, seperti cengkeh, ketumbar, adas, tulang rawan ikan hiu, pala, jahe, temulawak, bawang putih, mengkudu, meniran, puyang, kunir, kunir putih, akar alang alang, apokat, dan tapak dara. Lalu ada sebuah mikroskop untuk melihat sel kanker, tulisan-tulisan tentang cara menanggulangi kanker, mulai dari preventif, deteksi dini, diagnostik, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif.

Bahkan terdapat dinding doa untuk pengunjung. Di dinding itu pengunjung bisa menulis doa di secarik kertas untuk teman, sahabat, atau keluarga yang sedang berjuang untuk sembuh dari kanker atau yang sudah meninggal karena kanker. Museum kanker pun menyediakan panggung hiburan, lokakarya gratis, dan ruang komunitas untuk menjelaskan bahaya kanker ke semua kalangan masyarakat.

Di belakang museum terdapat poster berisi sejarah perkembangan kanker dari 80 juta tahun lalu hingga abad 21. Halaman belakang akan ditata dan digunakan untuk taman toga dan taman selfie. Museum kanker sendiri dibuka untuk umum sejak 31 Oktober 2013. Tujuannya untuk mengajak masyarakat mengenali kanker, pencegahan serta cara mengobati kanker. Untuk masuk museum ini, City Explorer tidak dipungut biaya. Pada Senin – Kamis, museum buka dari pukul 08.00-11.30 wib, Jumat buka dari 08.00-10.30 wib. Sedangkan pada sore hari, Senin – Jumat, museum buka dari pukul 18.00-19.30 wib.