Di pasar kita menemukan tempe. Nyaris di mana saja dengan mudah kita mendapati makanan satu ini. Bentuk dan kualitasnya bermacam-macam, tinggal pilih tempe mana yang mampu menambah kenikmatan santap Anda. Tapi pernahkah terbersit di benak Anda, di manakah tempe diproduksi kok bisa bertebaran di banyak tempat? Tentu banyak warga kota yang menjadikan produksi tempe sebagai lahan kehidupan. Salah satunya, Anda bisa menemukannya di Jl. Bendul Merisi Jaya Gang V Surabaya. Banyak warga di sini yang mrmproduksi tempe, yang mungkin selama ini sudah mampir di lidah Anda.

Purnomo, misalnya, sejak 1996 sudah memproduksi tempe sendiri. Namun, pengalamannya sudah dimulai sejak 1992, yang kala itu masih ikut dalam usaha kakaknya. Ilmu dan pengalaman yang didapatnya selama ini, membuatnya yakin untuk membuka usaha sendiri di rumah kontrakannya, di Bendul Merisi gang 4. Setelah berpindah dan menempati rumah baru sejak 1999, usaha produksi tempe kian lancar. Dari semula hanya mengolah 15 kilogram kedelai, kini sudah mencapai 1 kwintal kedelai yang diproduksi. Produksi tempe sebanyak itu, katanya, selalu habis terjual tiap harinya.

Ia menghabiskan hasil produksi tempe yang mencapai 2 kwintal beratnya itu, cukup hanya membuka lapak di Pasar Keputran Surabaya. Memajang tempe dagangannya hanya di atas motor maticnya, dan para pelanggan langsung menyerbunya habis. “Malah mereka nyanggong dulu sebelum saya datang,” ucap pria asal Blitar itu, tertawa.

julajuli.com

Ia mengaku tak pernah berjualan keliling, karena justru menghabiskan waktu dan tenaga dengan kemungkinan yang tak menentu. Disamping memang barang dagangannya sudah habis terjual di pasar dan tidak membawa kembali tempe dagangannya pulang. Bapak dua anak itu memotong tempe dagangannya dalam ukuran yang cukup besar dari umumnya. Dengan hanya Rp 10 ribu, pembeli bisa membawa pulang tempe dalam 4 potong berukuran sekitar 20 x 40 sentimeter. Tapi tersedia pula potongan-potongan seharga Rp 5 ribu – Rp 7.500.

Tempe buatan Purnomo, akunya, berbeda dari hasil produksi teman-temannya. Ia memiliki pola tersendiri untuk menghasilkan tempe berkualitas; padat, jamurnya merata, tidak gelap, dan sedikit kandungan air. Produk tempe seperti itu yang banyak disuka pelanggan sehingga dagangan tempenya selalu dicari. Sebuah perusahaan elektronik, katanya, selalu memesan tempe kepadanya setiap ada acara gathering karyawan dan kolega. “Saya pernah dipesan khusus oleh bosnya untuk membuatkan tempe kualitas bagus. Katanya mau dibuat oleh-oleh untuk familinya di Hongkong,” ungkapnya.

Purnomo merupakan satu dari 10 produsen tempe di Bendul Merisi Jaya ini. Sepuluh produsen tempe itu, terangnya, hanya yang terdapat di gang dekat rumahnya. Bila dihitung keseluruhan, jumlah mereka mencapai lebih dari 25 orang. Jumlah yang banyak itu membentuk pemandangan unik tersendiri di lingkungan tersebut.

julajuli.com

Di depan rumah-rumah mereka, tertata rapi jajaran kayu kotak terbuat dari bambu. Bentuknya memanjang sekitar 2 meter. Di situlah mereka membentuk dan memadatkan tempe sebelum akhirnya dipotong-potong dan dijual di pasar. Pemandangan itu bisa Anda temukan saat malam menjelang. Proses pembuatan tempe sudah dimulai sejak pagi, yakni pencucian kedelai, pembilasan, peragian, pencetakan, hingga proses fermentasi. Proses itu berlangsung hingga menjelang malam untuk dilakukan pembentukan dan pemadatan tempe.

Setelah itu tempe dibiarkan semalem, kemudian disiapkan untuk dijual di pasar saat pagi menjelang, sekitar pukul 2 pagi. Sepagi itu mereka beriringan keluar dari gang-gang yang membelah rumah-rumah mereka. Jika Anda sempat menyaksikan kesibukan mereka pagi itu, sungguh sebuah pemandangan yang khas dan mengesankan. Mereka kebanyakan melakukan prosesnya secara mandiri, mulai dari produksi hingga memasarkannya ke pasar. Di pasar itu mereka bertemu dengan Anda sebagai pelanggan dan kemudian Anda memasak dan menikmatinya bersama keluarga.

Sentra IKM Bendul Merisi yang memproduksi tempe itu mewakili satu dari sekian daerah yang juga memproduksi tempe yang sama. Ada beberapa tempat lagi yang suatu saat bisa dihadirkan kepada Anda. Bila Anda mendapati tempe produksi IKM Bendul Merisi itu berasa enak, jangan heran. Sebab, kedelai digunakan para produsen di situ adalah kedelai impor berkualitas baik.’Prosesnya menggunakan bahan pilihan, tanpa menggunakan bahan pengawet atau zat kimia,” tegasnya.