Penerapan adaptasi kebiasaan baru menyentuh semua sendi aktivitas manusia, mulai dari hal yang paling besar hingga ke hal yang paling sakral, yaitu pernikahan. Pernikahan yang biasanya dirayakan dengan megah dan mengundang khalayak ramai berubah menjadi penuh kesederhanaan dengan undangan yang terbatas. Pun dengan mereka yang berkecimpung di dalam vendor pernikahan.

Veby Karina, Make-up Artist (MUA) menjelaskan, secara tata rias pernikahan tidak ada yang berubah dikarenakan pandemi. Calon pengantin tetap dapat menggunakan berbagai adat atau model rias, sesuai tema pernikahan. Perubahan hanya berasal dari persiapan dan proses merias. “Cuma ke prosesnya, mulai dari sebelum sampai selesai make up alat-alat riasnya disterilisasi. Biasanya saya cuci biasa terus dimasukkan ke UV steril, sekarang semuanya disteriliasai terus di UV,” ungkap Veby saat ditemui di Quest Hotel, Sabtu (18/7/2020).

julajuli.com

Begitu pula saat proses make up, untuk menjaga keamanan baik bagi mempelai dan perias, Veby menyemprot ruangan rias dengan desinfektan serta memakai face shield dan masker. “Ada juga yang gak mau kesentuh wajahnya, jadi pakai sarung tangan. Lebih makan waktu dan tenaga sebenarnya karena yang dikerjakan jadi lebih banyak,” curhat Veby.