Mungkin sebagian dari kita sudah familiar dengan istilah Food Truck. Di kalangan generasi kekinian, alias generasi masa kini, agak mustahil bila tak mengenal trend pedagang makanan model yang satu ini. Hampir di setiap event yang bernuansakan keceriaan, terlebih pada event-event musik, food truck selalu hadir dan menjadi alternatif gerai makanan. Memiliki bermacam latar sajian yang beragam, yang pasti menjadi magnet tersendiri bagi para penikmat kuliner.

Belakangan, para pegiat kuliner model ini menunjukkan perkembangan. Hadir dengan berbagai macam jenis makanan dengan berbagai kreasinya. Seperti telah membuat terobosan baru dalam dunia penyajian kuliner. Menyajikan makanan dan menjajakannya di armada truck/van, yang kemudian lebih populer disebut dengan food truck.

Berangkat dari dinamika perkembangan tersebut, dan semakin menjamurnya food truck, bahkan kini kerap kali ditemui di beberapa sudut kota Surabaya. Lalu mereka bersepakat untuk berkumpul membentuk komunitas food truck. Mereka memberinya nama; Food Truck Culinary Surabaya (FOCUS). Dan tahun ini mereka genap berusia setahun.

julajuli.com

“Berangkat dari pengalaman, kami merasakan manfaat dari berkumpul dalam komunitas food truck. Dulu kala masih berjualan sendiri-sendiri, penjualannya tidak efektif,” ujar Kai Fung, ketua komunitas Focus. Sebelum tergabung dalam komunitas mereka merasakan hasil penjualan yang tidak pernah stabil, cenderung sepi pembeli. Namun berbeda halnya, ketika mereka berjualan dengan berkumpul di satu spot tertentu. Bagi mereka, ketika berkumpul bersama pengunjung bisa memiliki banyak referensi, dan pilihan dengan menu makanan sesuai selera.

Peluang-peluang yang muncul tersebut, kemudian mereka tangkap untuk bersatu dalam wadah sebuah komunitas. Tepat pada Hari Pahlawan di negeri ini, tanggal 10 Nopember 2016, mereka membentuk komunitas Focus. Kemudian menetapkan basecamp, atau tempat berkumpul mereka di Graha Fairground, kawasan Surabaya Barat. Lokasi ini cukup untuk memuat sekian anggota Focus, yang saat ini sudah mencapai 15 food truck.

“Tempat ini sangat cocok untuk branding food truck karena, memang segmentasi sesuai. Mungkin tempat ini memang dikhususkan untuk food truck,” urai Kai, kepada Majalah SCG. Komunitas ini terbuka bagi siapapun berminat. Setiap anggotanya adalah para owner atau pemilik dari food truck. Masing-masing menyajikan varian makanan dan minuman yang berbeda-beda. “Tidak ada syarat khusus untuk bergabung dengan Focus, yang penting punya food truck!” tegasnya, diiringi senyum.

Anggota yang kini tergabung di komunitas Focus, terdiri dari berbagai kalangan dan usia. “Paling muda di Focus ini usianya masih kisaran 21 tahun, anaknya juga masih kuliah,” jelas Kai lagi.

julajuli.com

Soal harga, mungkin sebagian orang menganggap makanan-minuman yang dijual di food truck harganya mahal. Namun, nyatanya tidak! Semua makanan dan minuman rata-rata dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat dengan kantong. Dengan kisaran harga, mulai dari 10 ribu hingga 40 ribu rupiah, untuk setiap item. Bisa dikata sangat ramah bagi kantong. Serta dengan menu yang bervariasi di tiap gerainya.

“Range harga Kami tidak terlalu mahal, mungkin beberapa masyarakat memandang food truck jualan dengan harga selangit, namun sebenarnya harganya sangat terjangkau,” jelas Kai. Harga yang cukup terjangkau dan banyak alternatif menu yang ditawarkan, telah memikat banyak pegiat kuliner ingin menjajal usaha food truck ini. “Bayangkan, hanya dengan modal awal mulai dari 50 juta sudah bisa membuat food truck sendiri,” segahnya.

Ragam pilihan menu dan berbagai jenis makanan, seperti kebab, aneka mie, aneka kopi, bakso, aneka pasta, waffle, dan lain-lain. Menjadikan komunitas ini lebih berwarna. Focus hadir sebagai komunitas yang bersifat terbuka. Siapa pun bisa bergabung asalkan memiliki latar dan minat yang sama dalam dunia kuliner. Untuk informasi lebih lengkap seputar komunitas, bisa kontak ke nomor 0878-5362-2460. Mengenal komunitas ini lebih dalam, bergabung dan memetik ilmu seputar dunia kuliner dan bisnis ber- food truck! (Naskah: Bimo)