Sssstt... Jangan berprasangka dulu. Mudo bukan berarti telanjang, tapi yang dimaksud Mural Dolly. Ya, kawasan yang pernah kesohor sebagai spot prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, kini tampil cantik molek dengan make up mural penuh warna. Tak tanggung-tanggung, setidaknya tiga kawasan eks lokalisasi Jadol (Jarak-Dolly) akan bermural dengan tiga tema berbeda. Ada tema samiler, minuman olahan rumput laut dan kampung remo, serta kampung literasi.

Keinginan warga untuk membuat kampungnya lebih bersih dan indah bergayung sambut dengan keinginan Pemerintah Kota Surabaya dan berbagai pihak yang peduli. Terutama PT Inti Daya Guna Aneka Warna, perusahaan cat tembok dengan produk Decofresh, telah menyumbangkan ratusan galon cat, hingga menjadikan kawasan ini semarak warna. Camat Sawahan, M Yunus menceritakan, keterlibatan perusahaan cat itu bersambut setelah Gang Dolly, dengan Wisma Barbara sebagai G-Spotnya, lebih dulu dimural. “Akhirnya mereka tertarik dan memberikan bergalon cat secara gratis,” ungkapnya. Pada tahap awal itu, 160 galon cat Decofresh berisi 3,5 liter, langsung digunakan untuk menghias tiga kampung di kawasan Jadol, November 2016 lalu. Semua warga terlibat, dibantu oleh beberapa komunitas mural di Surabaya, seperti Surabaya Creative Network, Gerakan Melukis Harapan, dan komunitas dinding rupa yang lain.

julajuli.com

Gambar mural yang digoreskan di dinding kampung bermacam-macam. Ada gambar sayap, lorong waktu, trio hantu, dan karakter animasi khas kota Pahlawan seperti Gob & Friend. Gambar mural itu sangat cocok untuk selfie karena memang dipilih sesuai setting yang disuka anak-anak muda kini bahkan semua usia.

“Pengunjung yang gemar berselfie ria akan terpuaskan dengan background mural kampung di kawasan Dolly,” tuturnya. Semakin banyaknya kunjungan di kampung wisata mural ini, sambungnya, akan membawa dampak positif yang lain bagi warga. Berkah bagi warga kampung eks Jadol, antara lain bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar karena mereka bisa berdagang dan berjualan bermacam produk.

Usaha-usaha warga yang sudah eksis, seperti cemilan samiler, batik, baju, udeng, aneka souvenir dan jajanan, akan mendapat berkah dari semakin banyaknya kunjungan wisata di kawasan ini. Stigma negatif akan luntur, sebaliknya kemandirian ekonomi warga justru akan semakin makmur.

julajuli.com

Wisata kampung mural Dolly sudah dideklarasikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Februari 2016 lalu. Setelah gambar mural itu meluas hingga ke sudut-sudut lain di kawasan ini, Risma sekaligus meresmikan kampung ini sebagai destinasi wisata Kampung Mural Dolly, akhir November 2016 kemarin. Anda pun bisa berselfie di depan goresan cat Walikota Surabaya yang bertuliskan Kampung Wisata Penuh Cerita, yang terpampang di salah satu sudut dinding kampung batik di Putat Jaya gang IV a, III a, dan VIII b.

Seiring muralisasi kampung Jadol, tak hanya tembok yang dicat, bahkan paving hingga genteng rumah warga juga dicat berwarna-warni. Wajah kampung ini setahap demi setahap akan dirubah menjadi perkampungan yang indah dan nyaman untuk ditinggali. Tak hanya bagi warga kampung, tapi sekaligus nyaman bagi wisatawan karena jauh dari kesan negatif seperti dulu. Risma mengaku bangga dengan perubahan kampung ini selama setahun belakangan. Kebangkitan warga di kawasan eks lokalisasi yang sangat cepat, di luar dugaannya.

“Terus terang di luar bayangan saya, mereka bisa bertransformasi secara drastis,” cetusnya. Warga kampung lain di Surabaya kini sudah tidak enggan lagi berkunjung ke kawasan eks ini, karena kampungnya sudah bersih dan indah. Bersih dari aroma prostitusi dan indah oleh mural dan warna-warni kampung. Sebagai destinasi wisata, baik sebagai kampung wisata oleh-oleh, kampung batik, dan kampung mural, kini kampung Jadol bukan lagi kawasan terlarang. Semua orang mengalir berdatangan ke kampung ini untuk menyaksikan dari dekat perkembangan yang terjadi.

Mungkin Anda juga ingin berselfie ria dengan setting mural kampung? Anda sekaligus akan menjadi saksi hidup dari sebuah prestasi mercusuar yang akan tercatat dalam sejarah sebuah perkembangan kota.